Sabtu, 25 Mei 2013

Agama Yunani kuno



Responding Paper Agama Yunani Kuno
Paper  ini disusun untuk memenuhi tugas pada Mata Kuliah Agama-agama Minor

Dosen Pembimbing
Hj.Siti Nadroh, M.Ag




Disusun Oleh :


Ita Siti Nurhalimah
1110032100012





JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA
 FAKULTAS USHULUDDIN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2013

A.    Sejarah dan perkembangan
Masyarakat Yunani pertama berkembang di pulau Kreta, di sebelah selatan laut Agea. Penduduk Kreta bukanlah penduduk Yunani melainkan mungkin berasal dari Barat Asia kecil yang datang 3000 SM mereka melakukan perdagangan dengan orang Yunani sehingga meninggalkan pengaruh dalam seni, agama, dan dalam sistem penulisan. Dalam sejarah diceritakan bahwa sejumlah kota di Yunani diatur oleh raja. Kota yang paling berperan adalah kota Mikene. Diman disana telah terdapatpemakaman dengan karya seni yang menakjubkan.Dalam legenda Yunani juga menceritakan tentang perang melawan Troy di mana Mikene adalah kekuatan Yunani yang terkemuka.[1]
a.          Kebudayaan Minoa.
Kebudayaan Minoa (Aegea) berkembang di Kreta 3000 SM selama zaman perunggu.Kemudia mencapai puncaknya kira-kira pada tahun 2000 SM sampai 1500 SM. Kebudayaan ini dibangun atas dasar dari kekuatan di laut (maritim).Armada yang kuat mempertahankan pantai-pantai kreta.Rakyatnya berdagang sekitar laut Aegea dan laut tengah sebelah timur.Dalam waktu bersamaan mereka mengenalkan kebudayaan mereka keluar dan menerima kebudayaan dari luar misalnya dari Mesir dan Funisia.
Hasil-hasil kebudayaan Minoa berupa istana besar di Knosus. Dinding-dindingnya dilukisi berwarna dengan fresco yaitu lukisan cat cair pada dinding yang masih basah. Isatana itu didirikan oleh raja Minos pada tahun 1600 SM. Bangunan itu memerlukan teknologi yang tinggi dan ekonomi yang kuat untuk membiayainya.Selain istana terdapat tempat pemandian dan pengerian air, patung dan keramik yang indah.Orang kreta juga berolahraga seperti adu tinju, adu lari.Tari-tarian juga merupakan kegemaran mereka. Kedudukan wanita sama dengan pria. Dewa utama orang Kreta ialah seorang dewi yang dipuja sebagai pembawa kejahatan dan kebaikkan.
Pada kira-kira tahun 1500 SM orang Kreta diserbu oleh orang-orang Mikene. Sebagian apa yang dibangun orang kreta dihancurkan. Akan tetapi selebihnya mereka pelihara, apalagi lama sebelumnya mereka telah meminjam kebudayaan dari Kreta.Di antara peninggalan-peninggalan Mikene adalah bangunan berupa istana yang memiliki 60 kamar.Ada pula kuburan-kuburan yang berbentuk sarang lebah yang disebut thalos. Sebuah contoh lain seni bangunan Mikene ialah gerbang singa dari Mikene. Disebut demikian karena di atas pintu gerbang terdapat dua patung singa[2]
b.      Orang-orang Yunani pertama
Orang-orang Hellena (Hellas) adalah sebutan kuno untuk orang-orang Yunani.Semula mereka merupaka suku-suku pengembara dari rumpun Indo-Eropa. Mereka menyerbu keselatan, ke jazirah yang sekarang disebut Yunani anatara tahun 2000 SM sampai 1000 SM. Dalam penyerbuan itu mereka menaklukan penduduk asli atau penduduk yang datang lebih dahulu dari mereka. Mereka hancurkan dan tundukan kebudayaan Mikene dan Kreta. Pada kira-kira tahun 1000 SM, mereka telah menduduki seluruh jazirah Yunani, sebagian dari asia kecil dan kepulauan di laut Aegea. Adapun suku-suku Hellena antara lain: Arcadian/Akhaia, Ionian, Aeolian dan Dorian.
c.       Pertumbuhan dan perkembangan Yunani
Kolonis-kolonis Yunani membawa serta pula cara-cara hidup mereka yang lama di Negara-negara induknya.Mereka bermukin di seluruh laut tengah sebelah timur, terutama di lonia yang menjadi pusat kebudayaan yang gemilang. Kolonis-kolonis mendirikan Negara-negara kota sambil memperkenalkan kebudayaan mereka ke luar. Maka terjadi pertukaran kebudayaan antara Yunani dan Timur Tengah.
Dalam pertumbuhan Negara-negara kota di jazirah Yunani, maka ada dua Negara kota yang muncul dan saling bertentangan yaitu Athena dan Sparta. Keduanya bersaing keras untuk menjadi penguasa tunggal di seluruh Yunani.Sparta terkenal sebagai Negara militer.Pendidikannya ditujukan untuk menjadikan rakyat Sparta prajurit-prajurit yang kuat dan berani.Sebaliknya Athena menjadi Negara demokrasi. Kata demokrasi sendiri berasal dari kata-kata Yunani: demos=rakyat dan kratein=memerintah. Jadi pemerintahan oleh rakyat. Hanya rakyat dalam demokrasi di Athena masih terbatas pada warga kota Athena saja. Ada pun budak-budak yang jumlahnya banyak sekali, yang bekerja bagi kemakmuran Athena, tidak termasuk demos dan mereka tidak mempunyai hak-hak politik.
Perang dengan Persia (500 – 479 SM) dapat mempersatukan sementara Athena dan Sparta.Kemenangan berakhir di pihak Yunani.kembali Athena dan Sparta berselisih. Perselisihan itu menyebabkan keduanya berperang dalam perang Peloponnesia (431 – 404 SM).Meskipun Sparta menang, namun Yunani secara keseluruhannya menjadi lemah karena perang-perang saudara itu.Kelemahan ini memudahkan raja Philippus dari Masedonia menaklukan Yunani pada tahun 338 SM.
d.      Masa Alexander Agung (Iskandar Agung)
Aleksander III dari Makedonia (20/21 Juli 356 – 10/11 Juni 323 SM), lebih dikenal sebagai Aleksander Agung (bahasa Yunani: Μέγας λέξανδρος, Mégas Aléxandros) atau Iskandar Agung, adalah raja Kekaisaran Makedonia (bahasa Yunani: Βασιλεύς Μακεδόνων), sebuah negara di daerah timur laut Yunani.
Berkat penaklukan Aleksander, muncul koloni-koloni Yunani di daerah timur yang berujung pada munculnya budaya baru, yaitu perpaduan kebudayaan Yunani, Mediterrania, Mesir, dan Persia yang disebut dengan Peradaban Hellenis atau Hellenisme. Aspek-aspek Hellenis tetap ada dalam tradisi Kekaisaran Bizantium sampai pertengahan abad 15.Pengaruh Hellenisme ini bahkan sampai ke India dan Cina.Khusus di Cina, pengaruh kebudayaan ini dapat ditelusuri di antaranya dengan artefak yang ditemukan di Tunhuang.Aleksander menjadi legenda sebagai pahlawan klasik dan diasosiasikan dengan karakteristik Akhilles.Aleksander juga muncul dalam sejarah dan mitos-mitos di Yunani maupun di luar Yunani.Aleksander menjadi pembanding bagi para jenderal bahkan hingga saat ini, dan banyak Akademi militer di seluruh dunia yang mangajarkan siasat-siasat pertempurannya.
Aleksander selama ekspansinya juga mendirikan beberapa kota yang semuanya dinamai berdasarkan namanya, seperti Aleksandria atau Aleksandropolis. Salah satu dari kota bernama Aleksandria yang berada di Mesir, kelak menjadi terkenal karena perpustakaannya yang lengkap dan bertahan hingga seribu tahun lamanya serta berkembang menjadi pusat pembelajaran terhebat di dunia pada masa itu.
Walaupun hanya memerintah selama 13 tahun, semasa kepemimpinannya ia mampu membangun sebuah imperium yang lebih besar dari setiap imperium yang pernah ada sebelumnya. Pada saat ia meninggal, luas wilayah yang diperintah Aleksander berukuran 50 kali lebih besar daripada yang diwariskan kepadanya serta mencakup tiga benua (Eropa, Afrika, dan Asia). Gelar yang Agung atau Agung di belakang namanya diberikan karena kehebatannya sebagai seorang raja dan pemimpin perang lain serta keberhasilannya menaklukkan wilayah yang sangat luas.[3]
e.       Empat zaman penting di Yunani
1.      Mikene (1400-1100 SM)
2.      Zaman kegelapan (1100-750 SM)
3.      Zaman klasik (250-323 SM)
4.      Periode Helenistik (323-31 SM)
B.     Ajaran dan praktek keagamaan
Bangsa Yunani menyembah dan percaya kepada banyak dewa dan dewi.Dewa-dewi itu berdiam disuatu gunung yang bernama olimpia, dibawah pimpinan suatu dewa tertinggi yang bernama Zeus.Zeus adalah raja dari para dewa. Dia bisa mengendalikan cuaca. Penyair Yunani kuno, Hesiod, memanggilnya 'awan-pengumpul' dan 'guntur'. Senjatanya yang paling ampuh adalah petir. Orang Yunani kuno percaya bahwa ketika petir menyambar bumi, itu adalah tanda Zeus hadir. Zeus juga sangat memperhatikan keramah tamahan, jika ada yang memperlakukan tamu dengan sangat buruk maka Zeus akan marah. [4]
Di bawah ini beberapa dewa yang dipercayai oleh orang-orang yunani :
1.      Zeus sebagai dewa tertinggi yang mendiami langit.
2.      Heraadalah istriZeusdanratupara dewa.
3.      Athenaadalahdewi perangdan kebijaksanaan.
4.      Apollo adalah dewa matahari, kebenaran, musik, puisi, tari dan penyembuhan. Biasanya para penyairmenempatkan diri di bawah perlindungannya.
5.      Demeteradalahdewi kesuburandan pertanian.
6.      Poseidonadalah dewalaut dankuda.
7.      Aphrodite adalahdewi cintadan kecantikan..[5]
8.      Hermesadalah dewaperjalanan, bisnisdan olahraga.
9.      Artemisdewiberburu, memanahdan melahirkan.
10.  Aresadalah dewaperang. Namun, tidak sepertiAthena, ia tidaksangat licikdalam pertempuran..
11.  Hephaistosadalahdewa api, gunung berapi, pandai besi.
Situs-situs penyembahan Zaman Yunani Kuno[6]
1.      Baonion
2.      Kuerius (Poseidon)
3.      Olympia (Zeus)
4.      Alolcolmenye (Apollo)
5.      Onthele (Apollo)
6.      Delphi (Apollo)
7.      Dodona (Zeus)
8.      Tribion
Daftar Kota dan dewa yang sering disembah pada setiap kota[7]
1.      Sparta (Hera, ares, Artemis)                11. Athena (Athena, Dionysus, Poseidon)
2.      Nea Figalia (Hera, Ares)                     12. Lejadi (Poseidon)
3.      Karyay (Artemis)                                13. Olympus (Zeus, dewa-dewa)
4.      Argos (Hera)                                       14. Efesus (Artemis)
5.      Messina (Hera)                                    15. Magnezia (Artemis)
6.      Nehemia (Zeus)                                   16. Samos (Hera)
7.      Helike (Dewa seni)                              17. Didyama (Apollo)
8.      Epidaurus (Asclepius)                         18. Halikarnas (Poseidon)
9.      Corinthia (Poseidon)                           19. Knidos (Aphrodite)
10.  Iilozis (Demeter)                                 20. Lindos (Aphrodite)
Hubungan Dewa Yunani Dengan dewa-dewa di wilayah lai
Dewa Zeus , kepala dewa Olympus adalah juga dewa Deus yang dikenal dalam agama India Aria kuno. Namanya banyak dipakai dalam pemujaan-pemujaan Eropa walau setiap penamaannya berbeda. Dewi Artwmis, seperti dewa Approdit dan Venus, adalah dewi Ishtar dari jaman Babilonia .dan dari sini juga timbullah kata-kata “star” pada beberapa bahasa eropa modern yang berarti bintang. Dewi Demeter adalah dewa Isis dari Mesir, seperti yang dikatakan Herodotus, dan merupakan dewa yang banyak mirip pemujaannya pada negeri yunani dengan pemujaan orang Mesir kuno.[8]
Dalam litlatur lain disebutkan bahwa sepanjang sejarah orang Yunani memja berdasarkan keaiban yang terjadi dan ada pada manusia hingga menjadi kesucian dalam pemujaannya. Karena pada mulanya dewa-dewa disana berkehendak sesuai hati dan tidak memiliki atura atau pedoman.


























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar