Kamis, 30 Mei 2013

Agama Sikh



A.    Sejarah dan Perkembangan
Setiap kehidupan bangsa memiliki suatu masa dimana nilai-nilai yang telah ada menjadi goyah. Hal ini umumnya terjadi karena adanya tantangan dari nilai-nilai lain yang baru dan berbeda dengan nilai-nilai yang telah ada sebelumnya.
Sejak berabad-abad orang-orang India menerima Hinduisme sebagai suatu yang suci dan tidak dapat diubah. Pada tahun 780 M, kontinen India sebelah Selatan menjadi sasaran Mogul. Invasi dimulai dari Utara. Perlawanan dilakukan pada permulaannya. Penduduk Hindu, yang memang bersifat lembut dan cinta damai, kemudian menyerah pada invasi ini dan akhirnya orang-orang Mogul memerintah India. Munculnya bangsa Mogul membawa nilai-nilai baru ke India yang berbeda sekali dengan nilai-nilai yang telah berlaku.
Dan ketika abad ke-15 mulailah gerakan Bhakti di India. Kampanye ini banyak persamaannya dengan “Reformasi Agama di Eropa” dimana para reformis memprotes terhadap norma-norma ritual dalam agama dan tahayul pada zaman itu.
Penganjur-penganjur falsafah Bhakti ini mengajarkan bahwa etika pribadilah yang merupakan inti dari agama, dan bahwa bentuk dan tempat bersembahyang adalah tidak banyak artinya. Mereka mengajarkan bahwa tujuan dari Hinduisme dan Islam adalah sama, bahwa semua perbedaan sosial dan kebudayaan diantara keduanya adalah tidak perlu dan salahlah bila membuat perbedaan ini sebagai tujuan perjuangan, kebencian, dan permusuhan agama.
a)      Guru Nanak sebagai Pendiri
Guru Nanak, pencipta agama Sikh, dilahirkan pada tanggal 15 April 1469 Masehi di Talwandi Rai Bhoi sekarang dikenal sebagai Nanakana Sahib di distrik Sheikhupura di Punjab, kini di wilayah Pakistan Barat. Ayahnya Mehta Kalu, adalah seorang Hindu dari golongan Bedi keturunan ksatria dan ia bekerja sebagai akuntan desa pada Rai Bular, seorang Islam, tuan tanah setempat. Ia memiliki sebidang tanah yang luas dan sejumlah ternak yang cukup banyak. Ibunya bernama Tripta dan kakak perempuannya Nanaki, yang berumur lima tahun lebih tua daripadanya. Sejak masa kanak-kanak Nanak terkenal memiliki watak yang luar biasa, sangat condong kea rah pengabdian dan kebaktian.
Pada umur tujuh tahun, Nanak dikirim ke sekolah dasar untuk memperoleh pelajaran mengenai Devanagri, Sanskerta, dan berhitung. Namun, semua itu tidak menyenangkan hatinya. Ia telah ditakdirkan untuk suatu panggilan lain, yaitu panggilan seorang pembentuk, telah memiliki visi yang luas. Nanak seorang anak yang luar biasa, segala pelajaran yang diberikan oleh gurunya ia jawab sebelum diberikan, gurunya menjadi tercengang dan mengakui bahwa Nanak benar-benar anak yang luar biasa.
Kemudian ia dikirim kepada seorang Brahmin untuk mempelajari buku-buku Veda dan Shastra. Tetapi disini juga ia tidak belajar lama. Setelah agak mahir dalam bahasa Parsi, ia meninggalkan sekolah dan bergabung dengan orang-orang suci. Dan tindakannya ini telah menusuk hati ayahnya yang berusaha keras agar anaknya menjadi seorang pedagang.[1]
Guru Nanak selalu melawan adat-istiadat kolot agama Hindu sehingga pada umur Sembilan tahun ketika ia hendak dikalungi benang keagamaan di lehernya pada upacara Yajnopayitam, ia menolak dengan tegas dan meminta penjelasan akan kegunaan benang tersebut. Setelah dijelaskan oleh pendita keluarganya, bahwa benang tersebut merupakan lambang agama Hindu dan bahwa tanpa benang tersebut seorang Hindu yang berkasta tinggi akan kehilangan hak-hak kekastaannya, ia semakin keras menolak dianugerahi benang tersebut.
Nanak ketika itu bekerja sebagai seorang Modi atau pengawas toko di salah satu perusahaan Daulat Khanlodi. Setahun setelah pernikahan kakaknya dengan Jai Ram, sekretaris Daulat Khanlodi, Gubernur Propinsi Punjab, Nanak menikah dengan Sulakhani, putri Mul Chand, seorang Patwari (akuntan desa) di Pokhoke-Randhwa di distrik Gurdaspur, pada tahun 1488. Mereka dikaruniai dua orang putra, Siri Chand dan Lakhmi Das yang  masing-masing lahir pada tahun 1494 dan 1497.
Setelah perkawinannya, ia menjalankan kehidupan sehari-hari seperti biasanya. Pada tanggal 20 Agustus 1507, sebagaimana biasanya pada suatu pagi sebelum fajar ia pergi untuk mandi di kali Ravi. Sesungguhnya sesaat setelah mandi ia duduk bermeditasi dan waktu itulah ia mendengar panggilan Tuhan agar ia mengabdikan hidupnya bagi kebaikan dunia, dengan menuntun manusia ke jalan yang benar menuju Tuhan. Menurut ceritera, pagi hari itu Nanak menyelam ke dalam air dan tidak muncul-muncul lagi. Hal tersebut dilaporkan kepada majikannya dan Nanak dituduh korupsi dalam dagang, yang ternyata sama sekali tidak benar setelah diperiksa pembukuannya. Selama masa penyelamannya, ia dikatakan menghadap Tuhan dan muncul kembali pada hari keempat setelah ia menyelam.[2]
Ia sekarang tidak lagi bekerja sebagai pengawas toko, tetapi mengabdi kepada Missi agung dari hidupnya, yaitu untuk menunjukkan jalan yang benar kepada umat manusia yang sedang berbuat kesalahan-kesalahan besar dan penderitaan-penderitaan yang menekan. Ia meninggalkan desanya dengan berjalan kaki untuk berkhotbah kepada rakyat. Sekarang ia bukan Nanak lagi, tetapi telah memperoleh peranan seorang Guru duniawi dan disebut sebagai Guru Nanak. Dengan mengatasi kesedihan istrinya dan untuk sewaktu-waktu mengunjungi kakaknya, Nanaki, ia memulai perjalanannya dengan ditemani oleh Mardana Bhai. Tempat pertama yang penting yang ia kunjungi adalah Sayyedpur di kota Eminabad di distrik Gujranwala.
Ia membagi perjalanannya atas lima bagian yang memakan waktu kira-kira tiga puluh tahun untuk meluaskan daerah ajarannya. Ia mengelilingi seluruh India, Srilangka, kepulauan Maladewa dan Lokadewa. Perjalanannya meluas ke Assam dan Birma di Timur, Tibet, Turkistan dan Siberia Selatan di Utara, dan Afganistan, Iran, Arab Saudi dan Turki di Barat. Dalam perjalanannya itu, ia mengunjungi hampir seluruh pusat-pusat penting agama Hindu. Ia juga mengunjungi tempat-tempat suci yang pada waktu itu dilangsungkan suatu upacara sembahyang.
Demikianlah kemana-mana ia pergi menyebarkan ajaran-ajarannya sehingga ia menarik banyak pengikut dan simpatisan-simpatisannya. Sekembalinya dari perjalanannya ke Barat, India diserang oleh raja Mogul, yaitu Babar dari Iran. Guru Nanak jatuh diantara tawanan-tawanan dan sebagai tawanan ia menjadi korban kerja paksa dan dipaksa mengangkat beban-beban berat. Namun, karena Mir Khan, pengawas penjara melihat suatu keajaiban[3] yang terjadi pada Guru Nanak, akhirnya Raja membebaskannya Guru Nanak dan memohon agar Guru Nanak menerima sesuatu daripadanya. Tetapi Guru Nanak tidak ingin menerima sesuatu darinya, ia hanya ingin rekan-rekannya yang senasib dibebaskan dari penjara. Setelah Guru Nanak meninggalkan rumah tahanan Babar, maka berakhirlah perjalanan-perjalanan yang panjang.
Cara Nanak mengajarkan ajarannya adalah sederhana dan praktis. Ia telah mencapai hati manusia. Ia mengajarkan mereka cinta universal, toleransi dan pengertian tanpa memandang pada kasta, kepercayaan atau agama. Ia mengajarkan bahwa semua orang dilahirkan sama tanpa ada perbedaan apapun. Selama pengembaraannya selama dua puluh dua tahun Guru Nanak telah berhasil menarik sejumlah besar pengikut yang menamakan diri mereka “Sikh” (pengikut). Kaum Sikh dari Guru ini berasal dari semua tingkat penghidupan, banyak diantaranya adalah orang-orang Mogul dan Hindu dari berbagai kasta yang akhirnya menemukan Tuhan yang sama dan hidup dalam persamaan dan kasih.
Kartapur adalah sebuah kota yang didirikan oleh Guru Nanak pada 1504 M dengan bantuan Doda Bhai dan Duni Chand Bhai yang juga mendirikan Dharamsala disini bagi Guru Nanak. Guru sendiri baru menetap di tempat ini kira-kira tahun 1522 M. Tetapi kini Kartapur Dharamsala dari Guru Nanak itu sudah lama tidak ada lagi karena dilanda banjir sungai Ravi, dan sekarang hanya tinggal kota Dera Baba Nanak yang berdiri di seberang sungai.
Pada masa inilah, yaitu pada tahun 1532 M seorang Lahna dari distrik Amritsar diperkenalkan kepada Guru Nanak, dimana Guru segera meneliti orang itu dan Guru berkata bahwa Lahna memiliki piutang dan bahwa ia (Guru) adalah penghutang. Kata-kata itu menimbulkan efek yang dalam dan kekal dalam hati Lahna. Selama tujuh tahun pengabdiannya itu, Lahna menjadi seorang pengikut yang sempurna dan telah lulus dalam berbagai testing yang dilakukan oleh Guru terhadap pengikut-pengikutnya.
Guru kini telah berusia tujuh puluh tahun dan merasa bahwa akhir hayatnya akan segera tiba. Ia menunjuk seorang pengganti untuk melanjutkan ajarannya yang besar itu. Pilihannya itu jatuh kepada Lahna. Pada tanggal 14 Juni 1539, Guru Nanak resmi menunjuk Lahna sebagai penggantinya, dan menamakannya Angad, ia pun mempersembahkan lima pice di hadapannya sebagai penganut dari Gurunya dan menyembah kaki Guru Angad sebagai tanda bahwa ia akan memegang tugas Guru.
Tiga bulan dan satu minggu kemudian, pada tanggal 22 September 1539, Guru Nanak meninggalkan dunia ini dengan menyerahkan segala tugas-tugas kariernya sampai pada dirinya sendiri kepada Guru Angad. [4]
Akhirnya, pada petang kewafatan Guru Nanak, terjadi suatu pertikaian diantara orang Hindu dan Islam mengenai cara pemakaman jenazahnya, sebab masing-masing menuntut bahwa Guru Nanak adalah miliknya; orang-orang Hindu hendak membakar jenazah Guru menurut adat istiadat mereka, tetapi orang Islam hendak menguburkan jenazah Guru menurut ajaran Islam. Maka untuk penyelesaian, mereka masing-masing mengadakan upacara sembahyang memohon kepada Guru Angad agar menunjukkan pihak mana yang berhak atas jenazahnya. Mereka mendapatkan jawaban bahwa mereka masing-masing harus mendapatkan sekumpulan bunga di atas jenazah Guru Nanak dan melihat kembali pada esok paginya. Maka mereka pun berbuat seperti telah ditunjukan dan menutupi jenazah Guru Nanak dengan sehelai kain putih. Keesokan harinya ketika mereka membuka tutup jenazah Guru, mereka tercengang karena jenazah lenyap tanpa bekas, sedangkan bunga-bunga mereka semuanya masih segar. Mereka lalu mengambil bunga-bunga itu dan melakukan pemakaman dengan caranya masing-masing, yaitu orang-orang Hindu mendirikan sebuah Smadh atau rumah kecil dengan patung Guru Nanak sedangkan orang Islam mendirikan makam besar.
guru yang sepuluh itu beserta peranan masing-masing dalam perjalanan sejarah agama Sikh:[5]
1.      Guru pertama, Guru Nanak, dianggap sebagai pendiri agama Sikh. Riwayat hidupnya sudah diuraikan.
2.      Guru Angarh (1539-1552).
Ia menjadi guru karena ditunjuk langsung oleh Guru Nanak sebagai penggantinya. Dengan kebijaksaannya, ia berhasil mencegah terjadinya perpecahan antara para pengikutnya dengan mereka yang mengikuti putra Guru Nanak, Sri Chand, yang menuntut bahwa dialah yang berhak untuk menggantikan bapaknya.
3.      Guru Amar Das (1552-1574).
Peranan utamanya adalah mengorganisir orang-orang Sikh menjadi 22 sangat atau jamaah dan mendirikan lembaga yang dikenal dengan Guru-ka-Lengar atau Dapur Umum, tempat dimana semua orang dari seluruh kasta dengan bebas mengambil makanan bersama-sama. Amar Das dianggap sebagai guru yang berusaha keras mengadakan perubahan sosial atau pembaharu sosial yang besar. Amar Das juga melarang orang Hindu melakukan pemujaan terhadap Sakti, membakar janda yang ditinggal mati suaminya.
4.      Guru Ram Das (1574-1581).
Guru ini memulai penggalian danau besar yang disebut Amritsar, juga merencanakan konstruksi kuil emas di tengah-tengah danau tersebut. Lokasi danau itu disediakan oleh Sultan Akbar dan peletakan batu pertama pembangunan kuil tersebut dilakukan oleh seorang sufi besar, Hazrat Mian Meer dari Lahore. Ram Das mulai melakukan tradisi mengumpulkan sumbangan tetap, semacam zakat, dari para pengikutnya. Sumbangan ini dimaksudkan untuk mengatur masyarakat Sikh yang semakin nyata wujudnya. Dia juga mulai mengangkat pejabat-pejabat yang disebut Masand untuk memimpin upacara agama dan mengumpulkan sumbangan tersebut. Ram Das adalah guru pertama yang menunjuk putra sebagai penggantinya.
5.      Guru Arjun (1581-1606).
Guru ini memainkan peranan yang sangat penting dan menentukan dalam sejarah agama Sikh dan para pengikutnya. Hal ini disebabkan: pertama, ia menyelesaikan pembangunan kuil emas Amritsar; kedua, ia menyempurnakan penyusunan kitab suci agama Sikh, Adi Granth; ketiga, ia mengorganisir orang-orang Sikh menjadi satu masyarakat yang berdiri sendiri terpisah dari lainnya, dengan kitab suci sendiri yang ditulis berdasarkan naskah-naskah mereka sendiri, dengan danau suci dan rumah ibadah sendiri pula. Guru Arjun dianggap sebagai Sachcha Padshah (kaisar yang benar) oleh para pengikutnya. Arjun telah mengadakan inovasi terhadap agama Sikh, seperti menciptakan pakaian pimpinan kebaktian, memperluas ajaran-ajaran agama Sikh berdasarkan ijtihadnya sendiri, dan menata masyarakat Sikh ke arah suatu masyarakat yang bakal menjadi satu kerajaan yang dicita-citakannya. Arjun adalah guru pertama yang mengambil peranan aktif dalam kehidupan politik sehingga terlibat dalam konflik dengan kaisar Jehangir (1605-1927).
6.      Guru Har Gobind (1606-1645).
Karena golongan Sikh sudah terlibat dalam pertentangan-pertentangan politik secara terbuka dan langsung sejak masa Guru Arjun, maka Har Gobind mulai berpikir tentang keamanan dan keselamatan dirinya. Untuk itu, ia mengangkat pengawal-pengawal pribadi dan memerintahkan para pengikutnya untuk memasuki dinas ketentaraan. Di kuil-kuil Sikh nyanyian-nyanyian suci yang penuh kedamaian digantinya dengan mendengarkan lagu-lagu perjuangan. Selain itu, kursus-kursus keagamaan diganti pula dengan pelajaran tentang rencana-rencana penaklukan atau strategi militer. Dibawah kepemimpinannya, kaum Sikh berusaha menggempur pasukan-pasukan kerajaan kaisar Shah Jehan.
7.      Guru Har Rai (1645-1661).
Ia adalah cucu Har Gobind. Ia berusaha keras meningkatkan semangat kemiliteran kaum Sikh. Untuk itu, ia menjalin kerjasama dengan Dara Shikoh, seorang moderat, putra Shah Jehan. Har Rai pernah membantu Shikoh dalam peperangannya melawan Aurangzeb sampai mencapai kemenangan.
8.      Guru Hari Krishen (1661-1664).
Guru Har Rai tidak menunjuk putranya yang tertua, Ram Rai, menjadi penggantinya, melainkan Hari Krishen, putranya yang kedua. Hal ini disebabkan karena putra tertuanya itu menjalin hubungan dengan musuhnya, Aurangzeb, seperti yang telah disebutkan diatas. Hari Krishen sendiri waktu itu masih kecil. Oleh karena itu, pengangkatannya adalah sebagai simbol belaka, karena ia meninggal saat usia Sembilan tahun. Ram Rai tidak mau patuh dan tidak menerima adiknya sebagai guru. Ia memisahkan diri dan mendirikan sekte sendiri bersama para pengikutnya. Mulai saat itu gejala perpecahan di kalangan kaum Sikh semakin terlihat.
9.      Guru Tegh Bahadur (1664-1675).
Pada saat Hari Krishen meninggal dunia, beberapa orang utama di lingkungan kaum Sikh tampil menuntut agar diangkat menjadi guru penggantinya. Pilihan akhirnya jatuh pada Tegh Bahadur. Ram Rai, saingan terdekatnya, semakin kecewa karena merasa bahwa yang paling berhak menjadi guru menggantikan adiknya adalah dirinya sendiri. Kekecewaannya itu membuatnya semakin memisahkan diri dari kaum Sikh pada umumnya, dan menjadikan dirinya sebagai musuh utama Tegh Bahadur. Namun, Tegh Bahadur ternyata orang yang kuat dan berhasil menjadikan dirinya sebagai seorang panglima perang yang pertama bagi kaum Sikh yang telah berhasil memperluas pengaruh agama Sikh sampai ke wilayah-wilayah India bagian selatan, bahkan sampai ke Ceylon.
10.  Guru Govind Singh (1675-1708).
Selain Guru Har Gobind yang sempat menjadi guru selama kurang lebih 39 tahun, maka Guru Govind Singh adalah guru kedua yang paling lama menjabat sebagai guru, yaitu 33 tahun. Ia adalah putra Tegh Bahadur. Selama dua puluh tahun ia berhasil menahan diri dari dendam terhadap orang yang membunuh ayahnya. Waktu selama itu ia pergunakan untuk mengkonsolidasi diri dan kekuatan. Ia menyusun rencana untuk menjadikan dirinya sebagai jagoan Hindu melawan penguasa Mughal. Untuk itu, ia berusaha memperbesar masuknya pengaruh Hindu ke dalam agama Sikh. Ia mulai menulis beberapa cerita tentang dewa-dewi Hindu. Syair-syair agama Hindu, yang dikutipnya dari Ramayana dan Mahabharata, dikembangkannya di kuil-kuil Sikh bersama-sama dengan Adi Granth
AJARAN AGAMA SIKH
            Tatkala Nanak berusia 30 tahun, ia mengatakan pada istrinya. Juga orangtuanya, bahwa ia teah menjadi guru. Istrinya bertanya apakah guru itu? Nanak menjawab: “guru adalah seseorang yang mengajarkan kepercayaan baru” apakah kepercayaan baru itu?, tanya ayahnya. Nanak menjawab: “tidak adahindu tidak ada muslim “ inilah krmudian yang di katakan sebagi ajaran besaragama Sikh.
            Pada pertama kali Nanak mengajarkan ajaran tersebut, majikanya Nawab Daulad Khan Lodhi,juga mendengarnya, dan bertanya mengapa “mengapa Nanak berpendapat tidak ada Muslim? “ Nanak menjawab: “Nwab Sahib, adalah sangat sulit menjadi seorang muslim. “ seterusnya ia berkata :
            “Orang yang kokoh kuat memang keyakinanya berhak di sebut seornag muslim, amalan-amalanya harussesuai dengan keyakinanya terhadapketeladanan nabi Muhammad ia harus membersihkan diri dari kesombongan  dan kerakusan tidak lagi tergoda oleh dua macam kepentingan kehidupan dan kematian menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan mengenal dia sebagai yang maha kuasa bebas daritekanan diri pribadi mengasihi segala sesuatu demikian itulah seseorang yang boleh menamakan dirinya sebagai seorang Muslim ”
            Guru Nanak juga menyangkal ajaran ketuhanan yang bercorak monistik (advaita vedantism) dari Hinduisme. Menurut ajaran agama ini alam semesta adalah maya atau khayal, realitas sejati hanay satu yaitu Tuhan begitu juga Nanak tidak mau menerima ajaran dualistik yang di ajarkan oleh hinduisme yang di kenal juga dengan  Shankhya-yoga. Menurut ajaran ini alam dan tuhan tidak di ciptakan dan sama-sama kekal, sama dengan umat Islam Nanak percaya bahwa alam semesta itu adalah nyata namun di ciptakan dan tidak kekal. Alam ini nyata klarena merupakan bukti dan kehendak dan hukum tuhan. Semua benda menjadi wujud, sementara karya dari kehendak itu tidak bisa di uraikan. Ahnya dengankehendak-NYA semua wujud mengembangkan hayat dalam diri masing-masing, dan kemudian semua wujud akan bertambah mulia karenakemuliaan yang menciptakanya.
            Guru Nanak menyeru orang agar mengikuti jalan menuju tuhan. Keselamatan, menurut dia, hanya teruntuk bagi siapa yang menundukkan kemauanya di bawah kehendak Tuhan. Siapa yang ebrfikir dan berbuat sesuai  denagn keinginan tuhan, ia akan selamat. Dalam hal ini Nanak berkata “ jalan kepatuhan akhirnya menyampaikan orang ke pintukeselamatan pertama orang itu harus menjadipelopor hidup rohaniah bagi keluarganya kemudian menjadi seorang guru yang menyelamatkan dirinya sendiri ia juga menyelamatkan pengikut-pengikutnay Nanak orang yang mematuhi sabda itu tidak akan tersesat dalam menempuh jalan dari pintu ke pintu itu karena sabda itu adalah sanggatbersih dan terang. O, jika seseorang tahu bagaimana mematuhinya dengan seluruh hati dan jiwanya”[6]
AJARAN NANAK TENTANG MANAUSIA
            Guru Nanak mengajarkan bahwa seluruh umat manusia adalah satu. Orang di muliakan bukan karena ia angota kasta ini atau itu, kepercayaan ini atau itu, melainkan karena ia adalah”manusia” oleh karena itu nanak juga sangat menentang ajaran tentang kasta, lebih-lebih tentang adanya manusia najis yang haram di sentuh.
            Nanak sangat mementingkan segi moral manusi, menurut dia.manusia harus hidup dengan mengutamakan kesempurnaan moral karena kesempurnaan manusia terletak pada tinggi rendahnya moral itu. Dalam memeberikan nasehat untuk pembinaan moral manusia[7]
AJARAN NANAK TENTANG ALAM
            Nanak mengajarkan bahwa alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan, dan tida abadi. Yang kekal dan abadi hanya Tuhan, karena Tuhan adalah relitas mutlak. Nanak juga manusia lain adalah mahluk tuhan. Tuhan adalah yang maha kuasa yang mneguasai segala-galanya bila manusia beranggapan bahwa ia bebas melakukan kehendaknya, bahwa ia tidak akan dapat menikmati kebahagiaan yang sejati. Dengan kodrat dan iradat Tuhan seluruh alam ini terjadi, dan melalui hukum tuhan alam ini menjalani kehidupanya. Tidak ada sesuatu yang berjalan di luar kehendak dan hukum Tuhan. Dengan koadrat Tuhan semuanya di kuasai oleh maut dan menuju kepada kemusnahan. Dengan kodrat Tuhan pula manusia terserap ke dalam Yang Maha Besar.
            Guru Govind singh memperdekat Sikh dengan Hindu. Ian memasukan kembali unsur-unsur Hindu yang sebelunya telah di bersihkan dari Sikh. Brkat  jasanya, syir-syair Ramayana dan Mahabrata di padukan pembacanya bersam Adi Granth di kuli-kuil Sikh. Begitu juga ajaran-ajaran tambahan lainya, seperti penyucian atau sakramen yang mereka sebut Khandadi-Paul dan Karah Parshad. Perjamuan dan simbol-simbol kesucian. Merupakan tambahan dari guru[8]
            PERIBADATAN AGAMA SIKH
                        Nama Tuhan yang murni di wujudkan dalam bentuk jamaah yang oleh mereka di sebut dengan Khalsa Panth (jalan yang murni). Orang yang sudahmenempuh jalan ini artinya sudahmenjadi angotanya melalui sakramen atau babtis, akan memperoleh status sebagai “ orang yang suci murni” tidak semua kaum Sikh mau dan menerima upacara sakramen dan bentuk sakramen ini. Mereka menganggap bahwa baptis atau sakramen bukan ajaran Nanak. Mereka ini tetap mengutamakan samadi dan ketentraman jiwa dalam ibadat. Mereka di sebut Sahajdharis atau “orang yang hidup tentram”
            Selain dari itu kaum Sikh juga menjadikan tradisi menyikat rambut dua hari sekali dan membaca serta menyanyikan syair-syair yang terdapatdalam kitab suci mereka setiap hari sebagai ibadat. Bagi mereka yang tergabung dalam golongan Khalsa Panth, berperang adalah juga ibadat. Sebab itu tidak aneh bila setiapmereka melakukan aksi-aksi kekerasan, kekerasan terakhir. Yang terdiri dari basis kaum militernya, selalu di pusatkan di kuil, termasuk kuil emas Amritsar.
           
Akhirnya perlu dilihatkembali keyakinan dan kecenderungan Nanak sendiri selama dia berseruTuhan dengan berbagai ajaran yang di anut oleh masyarakat india terutama Hindu dan Islam. Ajaran-ajaran Hindu jelas semuanya di Tolak oleh Nanak,tetapi ibadat-ibadat islam juga tidak ada yang di tetapka sebagai ibadat kaum Sikh. Jalan samadi dan Dzikir yang di utamakanya untuk menyembah tuhan adalah jalan mistik yang paling populer dalam semua agama. Melalui jalan mistik semua agama  bertemu, sehingga benar kiranta bila di katakan bahwa agam Sikh yang di dirikan oleh Nanak merupakan agama mistik dan sinkretia[9]
            KITAB SUCI AGAMA SIKH
A.    Adi Granth
Kitab suci ini di sebut juga guru Granth Sahib. Dan merupakan kitab yang di susun oleh guru yang kelima Arjun, di Amritsar. Sebelumnya, guru Angarh, guru ke dua sudah berjasa mempelopori penyusunan naskah punjabi. Gumurkhi. Ke dalamnya di masukan himpunan-himpunan  syair-syair serta fatwa-fatwa Guru Nanak. Naskah ini menjadi embrio bagi kelahiran Adi Granth.  Adi Granth mempunyai tiga versi, yaitu kartarvali bir, Bhai Banno Vali Bir dan Dam Dama Vali Bir. Yang tersebut akhir merupakan buku kecil, hasil revisi guru Govind Singh yang melengkapi dan menyisihkan isi kitab yang di susun ayahnya, Tegh B ahadur. Sisipan itu terdiri dari nyanyian-nyanyian suci yang di susun dari lima orang guru yang pertama dan yang di susun oleh Govind Singh sendiri, serta syair-syair yang diambilkan  dari Mahabrata dan Ramayana Hindu.
      Tulisan-tulisan dalam Adi Granth dapat di golongkan menjadi tiga macam, yaitu pertama, nyanyian-nyanyian suci yang disusun oleh guru Sikh. Bagian ini merupakan bagian yang paling besar, terdiri dari 2218 syair oleh arjun :974 syairoleh guru Nanak: 907 susunan amar dad: 679 susunan Ram Das, 115 karaangan TeghBahadur dan 62 syair keduan nyanyian yang berasal dari kaummistik baik yang beragama Hindu maupun Kaum Sufi. Bagian yang terbesar dari nyanyian ini adalah yang berasal darri sufi besar, yaitu kabir dan Farid. Ketiga, puji-pujian yang di tunjukan terhadap guru-guru Sikh, di susun oleh penyair pengembala kaum sikh. Syair-syair yang terdapat dalam  Adi Granth tidak di susun berdasarkan pengarang atau tema pokok. Melainkan di bagi menjadi tigabelas ragas, yaitu semacam model musik untuk di nyanyikan[10]
B.     Dasam Granth
Kitab ini juga di sebut dengan dasvin Padshah ka Granth dan merupakan kumpulan tulisan guru Govind Singh sendiri. Isinya dapat di bagi menjadi empatbagian, yaitu bagian mitologi: bagian yang bercorak filosofis, bagianyang berisi otobiografi; dan bagian yang ada sangkutpautnya dengan masalah hawa nafsu atau erotik. Bagian terbesar adalah mitologi, yaitui dongeng-dongeng yang di ceritakan oleh guru Govind Singh mengenai dewa-dewa dan dewi-dewi angam hindu unsur-unsur yang membuat masalah-masalah yang bersifat filosofis adalah bagian yang terdiri ari karya-karya terkenal seperti jap shahib (tidak sama dengan jappi guru Nanak), akal ustat, Gyan Probodh dan Sabad Hazare. Bagaian yang berkenaan dengan riwayat hidup atau biografi termasuk kedalam Bichitra Natak dan Zafar Nama. Bagian yang berkenaan sengan uraian yang ada hubungan dengan hawa nafsu atau erotik yang bisa di bandingkan dengan Pakhyan Charits dan hikayat-hikayat,termasuk di antaranya adalah cerita-cerita yang di ceritakan oleh Guru Govind Singh mengenai godaan-godaan kaum wanita serta penuh cerita-ceriya yang sangat cabul.
Sebagai tambahan dan pelengkap Adi Grath, terdapat Janam Sakhis atau riwayat hidup guru Nanak secara tradisional kitab ini berisi dongeng-dongeng dan penuh dengan cerita mukjizat dan keajaiban-keajaiban di jaman sakhis yang terkenal adalah jaman Skahia Bhai Bala, Vilayat Vali Janam Sakhi, yang katanya sudah di tulis semenjak tahun 1558 oleh seorang yang bernama Sewa Das, dan Hafizabat Vali Janam Sakhi[11]
SEKTE-SEKTE AGAM SIKH
            Ada dua sekte besar yang sanagt menonjol    di aklangan kaum Sikh, yaitu pathis Nanak dan Khalsa Sikh. Panthis Nanak meupakan aliran besar yang ingin mempertahankan ajaran-ajaran guru Nanak, sedang khalsa merupakan kelompok yang mengutamakan kepatuhan dan ketundukan kepada guru yang ke sepuluh, yaitu Govind Singh. Pandangan kelompok ini lebih dinamis dan lebih terbuka dengan kemungkinan adanya perubahan dan pembaharuan. Selain kedua sekte di atas kaum Sikhterpecah pula ke dalam lima sekte lain, yaitu Orsi, Hendali, Namdari, dan Akali dua aliran yang tersebutakhir perlu di jelaskan lebih lanjut
A.    Sekte Namdari
Sekte ini di dirikan oleh Bhai Ram Singh, seorang perwira pasukan Raja Ranjit Singh. Bhai Ram adalah seorang yang taat beragama dabn murid dari seorang pengikut sekte orsi, yaitu baba balak ram. Bhai Ram ingin mengadakan pembaharuan terhadap agama Sikh. Dia mengajarka bahwa gurunya Baba Balak Ram, adlah guru Sikh yang kesebelas. Ajaran ini di terima oleh sebagian kaum Sikh, dan mereka mengangap bahwa Bhai Ram adalah guru yang ke duabelas  aliran ini terkenal karena keshalehanya dan pakaian yang di pakai.
Anggota-anggota sekte ini tidak mau memakan makanan yang tidak dimasak oleh angota kelompok mereka, dan tidak mau pula memakan makanan yang najis, minum minuman yang haram, atau khaddhar. Sikap mereka terhadap penguasa juga keras. Mereka selalu memboikot kantor-kantor pos dan pengadilan inggris. Sewaktu ketika mereka pernahmemcoba mengusir kekuatan inggris dari sekitar mereka dan berusaha membangun kekuatan sendiri. Akan tetapi mereka gagal. Dalam penyerangan yang mereka lakukan terhadap pos-pos pemerintah di daerah punjab, sekitar lima puluh orang di antara mereka terbunuh. Kegagalan pemberontakan ini menubabkan seluruh pimpinan mereka yang berada di daerah punjab di tahan oleh pasukan militer inggris dari divisi Ambala. Kemudian mereka di buang ke Rangoon dan tidak di perbolehkan balik ke india lagi
Setelah gagal didalam usaha politik ini, golongan Namdari mulai memusatkan fikiran kembali ke masalah agama. Yang terutama di lakukan adalah mengangkat guru baru penganti Baba Ram Singh. Guru ini masih keponakan Baba Ram Singh. Sekarang jumlah mereka ddi perkirakan ada sekitar 900.000 jiwa.
B.     Sekte Akali
Aliran atau sekte akaliadalah suatu aliran yang paling akhir lahir di kalangan kaum Sikh karena aliran ini baru muncul setelah perang dunia ke dua berbeda dari sekte Namdari, sekte ini sangat kuat ke arah politik, tokkoh utamanya, Banda Biragi sangat besar pengaruhnya dalam menentukan arah politik kelompok ini. Apa yang di lakukan oleh banda bairagi dan pengikutnya dapat di gambarkan oleh keterangan berikut ; “perhatian banda tidak pernah lengah dari mengamati pasukan inggris di india. Sering sekali ia melakukan perang grilia dan dengan menyamar di dalam kerumunan orang banyak. Mereka selalu menimbulkan kerusuhan-kerusuhan yang merepotkan penguasa benda tidak menetap di suatu tempat tertentu ia tidak pernah menetapkan bekas setelah melakukan pembunuhan, penyerangan serta penghancuran sesuatu sasaran mereka juga sering menghancurkan masjid-masjid dan mengobrak abrik makam kaum muslimin”
         Hari-Hari Besar
Ada tiga jenis perayaan yang di peringati oleh agama Sikh, umumnya perayaan ini diadopsi dari perayaan Hindu, antara lain:
  Perayaan tahun baru atau Baisakhi
  Perayaan cahaya atau Divali, dan
  Perayaan Hola Mohalla
KARYA TENTANG AGAMA SIKH
Ø  Karya yang pertama dan selama beberapa tahun di anggap sebagai karya yang difinitif tentang Sikh adalah karya Joseph Davery Conningham yang berjudul A History of The Origin of The Nation of The Bettles of The Sutlej, yang di terbitkan di london oleh Jihn Murray pada tahun 1949[12].
Ø  Karya Profesor Sher Sing yakni Philosophy of Sikhism (lahore Sik. Univ. Press, 1944 : danedisi lainya yang terbitkan oleh Delhi, sterling Publishers, 1966) merupakan satu karya yang sangat baik yang di ambil dari tesisnya untuk memperoleh gelar Dr. Di Universitas London[13]
Ø  Karya Dr. Dharam Pal Asta Yang berjudul Poetry of The Dasam Granth yang di cetak dalam bahasa Inggris hinga penerbitan pada tahun 1959 di anggap tidak tepat karena karya ini merupakan study terhadap tulisan-tulisan guru Gobind Singh[14]





















[1] Ibid. Hal. 17-18
[2] Ibid. Hal. 18-19
[3] Keajaiban disini adalah ketika Guru Nanak dipaksa untuk mengangkat beban berat, barang yang diangkatnya terangkat hingga sejengkal di atas kepalanya, padahal barang itu tidak dipegang dan kuda yang diawasi oleh Mardana Bhai mengikutinya tanpa suatu pengendalian. Sehingga, hal itu sangat mencengangkan Mir Khan, pengawas penjara tersebut.
[4] Ibid. Hal. 23-24
[5] Mukti Ali, Agama-Agama Dunia, Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press, 1988. Hal. 191-192
[6]Mukti ali. Agama-agama di dunia hal.201-203

[7]Mukti ali. Agama-agama di dunia hal.204-205
[8]Mukti ali. Agama-agama di dunia hal.205-206
[9]Mukti ali. Agama-agama di dunia hal.206-207

[10]Mukti ali. Agama-agama di dunia hal.207-208


[11]mukti ali. Agama-agama di dunia h. 209
9.Drs.Adeg Mucthar Ghazali. Ilmu Perbandingan Agama. Hlm 109
[13]Drs.Adeg Mucthar Ghazali. Ilmu Perbandingan Agama. Hlm 114
[14]Drs.Adeg Mucthar Ghazali. Ilmu Perbandingan Agama. Hlm 116

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar